Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan di awal pekan perdagangan pada Senin, 16 Maret 2026. IHSG terjun 1,61 persen atau 114,92 poin, mencapai level 7.022,29.
Berdasarkan pantauan di platform Stockbit, IHSG mengalami koreksi tajam sejak sesi pembukaan, bahkan sempat menyentuh level 6.950. Setelah itu, indeks mulai menunjukkan perbaikan, meskipun tetap berada dalam rentang penurunan antara 7.000 hingga 7.022.
Sektor teknologi mencatat penurunan paling besar, mengalami minus 2,34 persen, diikuti oleh sektor properti yang turun 2,28 persen. Sektor energi juga terdampak dengan penurunan 2,24 persen, sementara sektor bahan baku melemah 1,82 persen. Sektor transportasi, infrastruktur, dan konsumer siklikal masing-masing turun 1,57 persen, 0,63 persen, dan 0,16 persen. Sektor siklikal hanya mengalami penurunan tipis sebesar 0,03 persen.
Di sisi lain, sektor keuangan justru mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan, yakni sebesar 0,45 persen. Sektor industri dan kesehatan juga mengalami penguatan, dengan masing-masing mencatat kenaikan sebesar 0,21 persen dan 0,13 persen.
Tim Analis dari Phintraco Sekuritas mengungkapkan bahwa kekhawatiran akan dampak kenaikan harga minyak mentah terhadap inflasi dan kemungkinan memburuknya defisit APBN menjadi faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG. Selain itu, pelaku pasar juga mencermati potensi perlambatan ekonomi domestik yang bisa memberikan dampak negatif.
“Di samping itu, menjelang libur panjang, investor cenderung mengambil sikap lebih hati-hati,” imbuh Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam riset yang dirilis pada Senin, 16 Maret 2026.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa melonggarkan defisit APBN adalah pilihan terakhir. Ia kembali menekankan komitmennya terhadap disiplin fiskal, dengan menekankan bahwa prinsip utama dalam pemerintahannya adalah memastikan bangsa Indonesia hidup sesuai dengan kemampuan yang ada.
Di tingkat global, harga minyak acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), mengalami kenaikan hingga mencapai level US$100 per barel pada hari ini. Kenaikan ini didorong oleh pernyataan Donald Trump yang mengancam akan melakukan serangan militer terhadap Pulau Kharg di Iran.
Trump juga menyatakan bahwa rencana kunjungannya ke Tiongkok pada akhir bulan ini mungkin akan ditunda. Ia mengungkapkan bahwa Amerika Serikat berusaha menekan Tiongkok untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz.
Dalam analisis teknikal, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran antara 6.900 hingga 7.150, menurut Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Di dalam riset tersebut, Phintraco Sekuritas juga mencatat tiga emiten yang berhasil mencatatkan lompatan tertinggi di antara 45 saham unggulan. Berikut adalah daftar top gainers dalam kategori LQ45.
Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
➡️ Baca Juga: Mobil SUV Mewah Edisi Spesial Resmi Diluncurkan dengan Fitur Unggulan dan Desain Menarik
➡️ Baca Juga: Kondisi Vidi Aldiano dan Alasan Hilangnya Nuansa Bening dari Spotify
