Bepergian dengan kendaraan bersama teman-teman seringkali menjadi pilihan yang praktis, baik untuk menghadiri acara, makan bersama, berwisata, atau sekadar pulang setelah beraktivitas. Namun, sering kali pembagian biaya perjalanan menjadi masalah yang merepotkan.
Dalam situasi seperti ini, biasanya satu orang harus membayar biaya perjalanan terlebih dahulu. Sementara itu, teman-teman yang lain harus menghitung berapa banyak yang perlu mereka bayar. Jika jarak yang ditempuh berbeda-beda, perhitungan ini bisa menjadi semakin rumit.
Untungnya, sekarang ada banyak layanan transportasi berbasis aplikasi yang menawarkan fitur untuk mempermudah perjalanan bersama dan sekaligus membagi ongkos dengan cara yang lebih praktis.
Berbagai aplikasi ojek online kini memungkinkan penggunanya untuk mengajak teman sekaligus membagi biaya perjalanan. Fitur ini dirancang agar pengguna dapat mengundang teman, menambahkan titik pemberhentian, dan membagi tagihan perjalanan dengan mudah.
Fitur ini dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan, mulai dari perjalanan sehari-hari, berkumpul dengan teman, hingga perjalanan bersama keluarga.
Cara kerja fitur ini cukup mudah dipahami. Pengguna yang memulai perjalanan berperan sebagai host, yang kemudian dapat mengundang anggota lain melalui tautan yang dibagikan.
Setelah anggota bergabung, mereka dapat melihat informasi perjalanan dan menyesuaikan titik penjemputan dan tujuan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Dengan demikian, rombongan tidak perlu memesan kendaraan secara terpisah.
Konsep ini juga membuat koordinasi perjalanan menjadi lebih sederhana, karena semua anggota berada dalam satu perjalanan yang sama. Hal yang menarik adalah cara pembagian ongkos; anggota tidak perlu lagi menghitung secara manual berapa yang harus dibayar masing-masing.
Dalam pengembangan fiturnya, pembagian biaya dapat dilakukan secara merata atau berdasarkan proporsi tertentu, sesuai dengan skema yang tersedia di wilayah pengguna.
Dengan demikian, setelah perjalanan selesai, pengguna tidak perlu lagi mengandalkan catatan di ponsel atau kalkulator untuk mengetahui berapa bagian biaya yang harus dibayar oleh setiap orang.
Model pembayaran semacam ini sebenarnya bukanlah hal baru dalam layanan transportasi digital.
Sebagai contoh, Grabcar telah lama menyediakan fitur yang memungkinkan penumpang untuk membagi biaya perjalanan melalui aplikasi. Dengan satu tautan undangan, host atau pengguna yang membuat perjalanan dapat mengajak anggota untuk bergabung, melihat detail rute, dan menentukan cara pembagian ongkos.
“Melalui fitur ini, kami berusaha untuk mempermudah proses pengaturan perjalanan bersama, menjadikannya lebih transparan, dan tetap nyaman bagi seluruh anggota perjalanan,” ungkap Asep Haekal, Marketing Director di Grab Indonesia.
➡️ Baca Juga: Tarif Parkir Rp60 Ribu di DKI Jakarta: Masih Usulan dan Belum Diputuskan Resmi
➡️ Baca Juga: Stok Pupuk Menipis di India dan Sri Lanka Memicu Ancaman Krisis Pangan
