Desain baru buku Iqro kini menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Banyak pengguna internet menilai bahwa tampilan buku ini kini lebih modern, minimalis, dan sangat sesuai dengan selera visual generasi muda saat ini. Transformasi ini berhasil mengangkat kembali buku yang selama ini dikenal sebagai panduan belajar mengaji bagi anak-anak dan menarik perhatian masyarakat luas.
Iqro merupakan metode yang telah dikenal luas sebagai ajaran membaca Al-Quran di Indonesia sejak dikenalkan oleh K.H. As’ad Humam pada tahun 1980-an. Selama beberapa dekade, buku ini telah menjadi salah satu sumber utama dalam pengajaran membaca Al-Quran, baik di masjid, Taman Pendidikan Al-Quran (TPA), maupun di lingkungan keluarga.
Melalui sebuah proyek inovatif, buku Iqro kini hadir dengan desain yang berbeda dari versi sebelumnya. Meskipun tampilan visualnya diperbarui, metode pembelajaran yang terdapat dalam buku ini tetap setia pada versi aslinya, sehingga pengajaran tetap konsisten.
Perubahan desain ini diluncurkan melalui proyek yang dinamakan IQRO’ Reimagined, yang berfokus pada pendekatan visual yang lebih relevan dengan budaya visual generasi saat ini. Konsep ini muncul dari pengamatan terhadap perilaku masyarakat selama bulan Ramadhan oleh sebuah brand terkenal.
“Selama Ramadhan, kami menemukan sebuah wawasan menarik. Ternyata, bulan ini selalu menjadi momen bagi banyak orang untuk berkeinginan menjadi lebih baik dan lebih benar,” ungkap Aldian Alfaridz, Brand Marketing Kahf, dalam sebuah diskusi tentang Iqro’ Reimagined di SCBD, Jakarta Selatan pada 10 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa banyak orang dewasa sebenarnya ingin kembali belajar membaca Al-Quran, namun sering kali merasa kurang percaya diri untuk memulai dari dasar.
“Ketika mereka ingin memulai membaca Al-Quran, kita semua tentu sudah akrab dengan Iqro. Namun, terkadang kesan bahwa Iqro ditujukan untuk anak-anak membuat orang dewasa ragu dan merasa malu untuk belajar,” jelasnya.
Dari sinilah muncul ide untuk memperbaharui tampilan buku agar lebih menarik dan ramah bagi orang dewasa yang ingin kembali belajar.
“Dengan adanya peningkatan desain, kami percaya bahwa dengan mendesain ulang Iqro, ini dapat memicu semangat orang dewasa untuk kembali belajar Al-Quran dan Iqro,” tambahnya.
➡️ Baca Juga: Krisis Air Bersih: Solusi untuk Mengatasi Masalah Global
➡️ Baca Juga: Xbox Cloud Gaming di HP Kentang: Gue Coba, Hasilnya Gak Nyangka
