MPLS – Pengertian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

Pengertian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)

     Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), juga dikenal sebagai Masa Orientasi Siswa (MOS) atau Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPD), merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah setiap awal tahun ajaran guna menyambut kedatangan para peserta didik baru. Adapun Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan sebuah fase penting dalam perjalanan pendidikan siswa baru di SMAN 8 Kabupaten Tangerang. Program ini dirancang untuk memberikan siswa pengalaman awal yang mendalam tentang lingkungan sekolah mereka, serta untuk menanamkan nilai-nilai dan etika sekolah.

     Masa orientasi lazim dijumpai di tingkat SMP dan SMA. Hampir seluruh sekolah negeri maupun swasta menggunakan cara itu untuk mengenalkan almamater pada peserta didik baru. Pada Perguruan Tinggi, kegiatan serupa dikenal dengan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (disingkat Ospek).

mpls sman 8 kab tangeranga cisoka terbaik

     MPLS dapat dijadikan sebagai ajang untuk melatih ketahanan mental, disiplin, dan mempererat tali persaudaraan antar siswa siswi. MPLS juga sering dipakai sebagai sarana perkenalan siswa terhadap lingkungan baru di sekolah tersebut. Baik itu perkenalan dengan sesama siswa baru, senior, guru, hingga karyawan lainnya di sekolah itu. Tak terkecuali pengenalan berbagai macam kegiatan yang ada dan rutin dilaksanakan di lingkungan sekolah.

     Pada kebanyakan sekolah, biasanya MPLS sepenuhnya dilaksanakan oleh kelompok siswa yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dengan guru sebagai pihak pengawas, asisten dan pemantau kegiatan selama MPLS berlangsung. Di sekolah tertentu, terkadang MPLS hanya dilaksanakan oleh pihak guru dan kepala sekolah saja, baik dengan atau tanpa bantuan keterlibatan kelompok OSIS.

Tujuan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)

Mengacu pada Permendikbud nomor 18 tahun 2016, tujuan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah adalah:

  1. Mengenali potensi diri siswa siswi baru atas kurikulum & metode pembelajaran,
  2. Membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana sekolah;
  3. Menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru;
  4. Mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah lainnya;
  5. Menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong.

Secara umum, utama MPLS adalah untuk mengurangi kecemasan siswa baru terkait transisi ke sekolah yang baru. Selain itu, MPLS juga bertujuan untuk:

  1. Memperkenalkan siswa pada lingkungan sekolah yang baru mereka masuki
  2. Memperkenalkan siswa pada seluruh komponen sekolah beserta aturan, norma, budaya, dan tata tertib yang berlaku di dalamnya.
  3. Memperkenalkan siswa pada keorganisasian
  4. Memperkenalkan siswa untuk dapat menyanyikan lagu hymne dan mars sekolah
  5. Memperkenalkan siswa pada seluruh kegiatan yang ada di sekolah
  6. Mengarahkan siswa dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat mereka
  7. Menanamkan sikap mental, spiritual, budi pekerti yang baik, tanggung jawab, toleransi, dan berbagai nilai positif lain pada diri siswa sebagai implementasi penanaman konsep iman, ilmu, dan amal
  8. Menanamkan berbagai wawasan dasar pada siswa sebelum memasuki kegiatan pembelajaran secara formal di kelas.

Ragam Aktivitas dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

  1. Orientasi Sekolah: Sesi orientasi membantu siswa memahami struktur organisasi sekolah, fasilitas yang tersedia, serta visi dan misi sekolah.
  2. Sosialisasi Budaya Sekolah: Mengenalkan siswa pada nilai-nilai dan tradisi sekolah, termasuk disiplin, integritas, dan keunggulan akademik.
  3. Pengenalan Akademik: Memberikan gambaran mengenai kurikulum dan metode pembelajaran di SMAN 8, serta ekspektasi terhadap siswa.
  4. Kegiatan Ekstrakurikuler: Memperkenalkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia di sekolah, dari olahraga hingga seni dan klub sains.
  5. Pembinaan Kesehatan dan Keselamatan: Menyediakan informasi tentang kesehatan, keamanan, dan kesejahteraan di lingkungan sekolah.
  6. Pembentukan Karakter: Aktivitas yang dirancang untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial, kepemimpinan, dan kemandirian.

Pendekatan Inovatif dalam MPLS

Untuk membuat MPLS lebih efektif dan menyenangkan, beberapa sekolah mengadopsi pendekatan inovatif, seperti:

  • Penggunaan Teknologi: Pengenalan aplikasi pendidikan dan platform digital yang akan digunakan selama proses belajar.
  • Kegiatan Berbasis Proyek: Memberikan tugas atau proyek kelompok yang mempromosikan kolaborasi dan kreativitas.
  • Sesi Interaktif: Mengadakan diskusi dan Q&A untuk menjawab pertanyaan siswa mengenai sekolah dan proses belajar.

Dampak Positif MPLS

Program MPLS di SMAN 8 Kab. Tangerang memberikan dampak positif yang signifikan terhadap siswa baru. Program ini tidak hanya membantu mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru tetapi juga memperkuat keterampilan interpersonal, mengembangkan kepercayaan diri, dan membantu dalam pembentukan karakter yang kuat.

Kesimpulan MPLS

Program MPLS di SMAN 8 Kabupaten Tangerang adalah lebih dari sekadar pengenalan lingkungan sekolah, ini adalah sebuah langkah awal dalam membentuk generasi muda yang berpengetahuan, beretika, dan berkontribusi aktif dalam masyarakat. Melalui serangkaian kegiatan yang direncanakan dengan baik, MPLS menanamkan fondasi yang kuat bagi siswa untuk berkembang menjadi individu yang sukses dan bertanggung jawab.

MPLS adalah tahap penting yang membentuk dasar pengalaman pendidikan siswa. Dengan pendekatan yang tepat, aktifitas masa pengenalan lingkungan sekolah tidak hanya membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru tetapi juga membangun keterampilan dan karakter yang diperlukan untuk sukses di masa depan. Melalui program awal ini, sekolah dapat menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan siswa yang holistik dan inklusif.

Index