Platform permainan yang sangat populer, Roblox, baru-baru ini mencapai kesepakatan signifikan dengan pemerintah negara bagian Nevada, Amerika Serikat, dengan total nilai melebihi 12 juta dolar AS (sekitar Rp190 miliar). Kesepakatan ini muncul sebagai respons terhadap meningkatnya tekanan hukum terkait perlindungan anak di dunia digital, yang semakin menjadi perhatian publik.
Keputusan ini diambil untuk menghindari potensi gugatan hukum yang sebelumnya dipersiapkan oleh Jaksa Agung Nevada, Aaron Ford. Ford menilai bahwa Roblox belum melakukan langkah yang cukup untuk melindungi anak-anak pengguna dari berbagai potensi bahaya, termasuk eksploitasi dan interaksi dengan individu yang tidak dikenal.
Sebagian besar dana dari kesepakatan ini akan digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan positif bagi anak-anak di luar dunia digital. Roblox berkomitmen untuk menginvestasikan sekitar 10 juta dolar selama tiga tahun ke depan untuk program pengembangan anak serta berbagai aktivitas non-digital yang bermanfaat.
Di samping itu, perusahaan juga mengalokasikan dana tambahan untuk kampanye edukasi terkait keamanan online. Mereka berencana untuk membentuk posisi penghubung dengan aparat penegak hukum untuk menangani isu-isu keselamatan yang muncul di platform mereka.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Roblox diwajibkan untuk menerapkan berbagai sistem keamanan yang lebih ketat. Salah satu langkah utama yang diambil adalah penggunaan teknologi verifikasi usia, yang mencakup estimasi usia melalui analisis wajah serta pemeriksaan identitas resmi pengguna.
Langkah ini juga mencakup penguatan fitur komunikasi. Pengguna di bawah usia 16 tahun akan dibatasi hanya dapat berinteraksi dengan kontak yang telah diverifikasi sebagai “teman terpercaya”, sehingga mengurangi risiko komunikasi dengan orang asing yang tidak dikenal.
Platform ini juga akan menerapkan batasan notifikasi di malam hari untuk anak-anak, memperluas kontrol yang dimiliki orang tua, serta menghadirkan sistem akun yang berbasis usia. Sistem ini akan menyaring konten yang disajikan sesuai dengan kategori umur, memastikan pengalaman yang lebih aman bagi pengguna muda.
Kesepakatan ini muncul di tengah sorotan yang semakin meningkat terhadap keamanan anak di platform digital. Saat ini, Roblox menghadapi lebih dari 140 gugatan hukum di berbagai wilayah di Amerika Serikat, yang menyoroti risiko eksploitasi anak yang terdapat di platform tersebut.
Meskipun demikian, pihak perusahaan menegaskan bahwa langkah-langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk meningkatkan standar keselamatan digital. Mereka juga berharap bahwa kolaborasi dengan regulator akan menjadi contoh positif bagi industri teknologi lainnya dalam hal perlindungan anak.
➡️ Baca Juga: Harga Mobil Listrik Turun, Supercar Anjlok, dan Denda Tilang 2026 yang Perlu Diketahui
➡️ Baca Juga: Waktu Pelaksanaan Perundingan AS-Iran Hari Ini Ditunda, Apa Dampaknya?
