542 Warga Solok Masih Mengungsi, Puluhan Rumah Terendam Akibat Banjir Bandang

Sebanyak 542 orang yang selamat dari bencana banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatra Barat, masih bertahan di tempat pengungsian. Mereka sangat membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar karena banyak rumah warga yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton, SP Panjaitan menjelaskan bahwa warga yang mengungsi tersebut memerlukan penanganan yang berkelanjutan selama masa tanggap darurat.

Jumlah pengungsi tersebut diperoleh dari pemutakhiran data yang dilakukan pada Rabu malam, 30 September. Informasi ini disampaikan oleh Berton di Jakarta pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Peristiwa banjir bandang ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Solok pada malam hari, tepatnya pada 21 September 2026. Bencana ini tidak hanya menyebabkan kerusakan material, tetapi juga mengakibatkan kehilangan nyawa dan luka-luka di antara warga.

BNPB mencatat bahwa dua orang meninggal dunia akibat bencana tersebut. Selain itu, dua orang mengalami luka berat dan 12 orang lainnya mengalami luka ringan.

Kerusakan yang ditimbulkan oleh banjir juga terlihat dari kondisi rumah warga. Terdapat 18 rumah yang mengalami kerusakan berat, 11 rumah rusak sedang, dan 41 rumah mengalami kerusakan ringan.

Di samping itu, empat rumah dilaporkan terendam air, dan tiga rumah lainnya dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan karena terancam roboh.

Tidak hanya berdampak pada permukiman, banjir bandang ini juga mengganggu akses transportasi serta berbagai fasilitas publik di area yang terdampak.

Kerusakan infrastruktur mencakup dua jembatan yang terputus, serta berbagai sarana umum lainnya yang saat ini sedang didata untuk penanganan darurat lebih lanjut.

Di tengah situasi yang sulit ini, BNPB bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Solok dan tim gabungan dari berbagai sektor terus berupaya menangani kebutuhan para pengungsi.

Koordinasi dilakukan untuk memastikan bahwa kebutuhan logistik, pasokan air bersih, dan layanan kesehatan bagi 542 warga yang masih berada di lokasi pengungsian dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat.

➡️ Baca Juga: Anggaran Gaji PPPK Disetujui Banggar DPR Mencapai Rp23 Triliun

➡️ Baca Juga: Keuntungan Investasi Saham Syariah untuk Mendorong Generasi Muda Berinvestasi Cerdas

Exit mobile version